kepala
HOME
|
PUISI
|
CERPEN
|
CONTACT
Minggu, 25 Oktober 2009
PUTUS
Hatiku remuk
Dihantam muntahal jumu'
Kau siram dengan air garam
Luka yang dulu kau tanam
Kini aku merana
Mengapa dunia ini fana?
Apa bisa kekal
Dengan kamu yang nakal
Kadiq dan Mudrik bertanya
Ada apa?
Aku tak tega
Jadikan kalbu yang lega
BAGIAN KESALAHAN
Sapaan hangat membelai jiwa
Daun turun menangis meratap nasib
Tak terasa helaian menakutkan
Daun-daun takut turun
Angin tak merasa
''Apa salahku?''
Angin tak tahu menahu
Daun kian bergidik
Kala angin jauh mengindik
Ketakutan mematikan asa
Hijau asa menguning jua
Peristiwa hanya terekam udara
Mengenang ketakutan tiada tara
Postingan Lebih Baru
Postingan Lama
Beranda
Langganan:
Postingan (Atom)